Pohon Bonsai Seharga Rumah Dipamerkan di Depok

banner 468x60

RADAR JAKARTA | Jakarta – Sebanyak 300 karya seni pohon bonsai dari berbagai daerah dipamerkan dan dilombakan dalam ajang Festival Bonsai yang diselenggarakan oleh Komunitas Kampung Kita Depok (K3D), Kota Depok. Festival ini menarik antusiasme tinggi dari para seniman bonsai yang datang dari wilayah Jabodetabek, Bandung, Bengkulu, hingga Bali.

Pembina K3D, Sungkowo Pudjodinomo atau yang akrab disapa Pakde Bowo, mengungkapkan bahwa minat pecinta bonsai masih sangat tinggi. “Cukup antusias para pebonsai ini. Ratusan peserta dari berbagai daerah berdatangan. Artinya kegiatan seperti ini cukup menggairahkan kembali komunitas bonsai,” ujarnya.

Pakde Bowo juga berharap adanya dukungan dari Pemerintah Kota Depok, khususnya melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) serta Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporyata) untuk terus berkolaborasi bersama K3D.

“Harapannya, ini bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi warga untuk datang ke Depok dan melihat aneka pohon bonsai yang dipamerkan di sini,” tambahnya.

Salah satu juri dalam festival, Gunardi, menyatakan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat membentuk Depok sebagai salah satu sentra bonsai di Indonesia. Ia menekankan pentingnya memahami esensi bonsai, bukan hanya dari segi keindahan visual, tapi juga dari nilai filosofis dan kedekatannya dengan alam.

“Bonsai bukan sekadar hobi, tapi bentuk kontemplasi dan pelestarian. Kriteria bonsai unggul bukan hanya tentang bentuk indah, tapi bagaimana mampu meniru pohon tua di alam sesuai dengan gaya yang diusung,” jelasnya.

Gunardi juga menyebutkan bahwa banyak bonsai yang dikonteskan berukuran kecil hingga mini. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan inklusivitas, sehingga masyarakat umum, termasuk pemula, bisa ikut menanam dan merawat bonsai. “Tidak semua orang bisa membeli bonsai besar, jadi kita fasilitasi peminat bonsai mini agar tetap bisa berpartisipasi,” katanya.

Sementara itu, Kepala DLHK Kota Depok, Abdul Rahman, memberikan apresiasi tinggi terhadap karya seni bonsai yang ditampilkan. Menurutnya, kualitas bonsai yang dipamerkan sudah setara dengan kelas dunia.

Ia mengungkapkan rencana menjadikan K3D sebagai showroom bonsai permanen, bukan hanya sebagai tempat kontes sementara. “Bonsai adalah filosofi konservasi. Ketika kita merancang desain bonsai, itu artinya kita sedang mempelajari alam. Dalam konteks lingkungan hidup, mempelajari alam adalah hal yang utama,” ujarnya.| Aji*

 

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.