RADAR JAKARTA|Yerusalem – Kebakaran hutan dahsyat melanda wilayah perbukitan di pinggiran Yerusalem pada Rabu (30/4), memicu kepanikan massal, evakuasi besar-besaran, dan penutupan jalur transportasi utama. Pemerintah Israel menyatakan status darurat nasional, sementara api terus melahap wilayah antara Yerusalem dan Tel Aviv.
“Ini salah satu kebakaran terbesar yang pernah kami hadapi,” tegas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Israel, yang telah menaikkan level kewaspadaan ke tingkat tertinggi.
Sebanyak 119 kru pemadam, dibantu 11 pesawat, berjuang di 11 sektor yang terdampak, termasuk Sha’ar HaGai, Masilat Zion, hingga Hutan Ashkelon. Asap tebal menyelimuti Rute 1, jalan utama yang menghubungkan Yerusalem dan Tel Aviv, memaksa orang-orang meninggalkan kendaraan mereka dan berlari menyelamatkan diri. Rekaman dramatis dari lokasi menunjukkan kobaran api menjulang tinggi di sisi jalan raya.
24 orang dilaporkan terluka akibat menghirup asap, menurut laporan resmi, sementara rumah sakit di Yerusalem menerima pasien dalam kondisi sesak napas dan luka ringan. Beberapa permukiman, seperti Neveh Shalom, Ta’ox, dan Mesilat Tzion, telah dikosongkan demi keselamatan.
Netanyahu: “Api Bisa Masuk Kota”
Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menyatakan kekhawatirannya bahwa angin barat yang kencang bisa mendorong kobaran api masuk ke wilayah kota Yerusalem. Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, telah memerintahkan pengerahan pasukan militer untuk membantu pemadaman, dan menyiapkan pangkalan udara untuk menerima bantuan asing.
Respons Global: 10 Negara Kirim Bantuan
Sebagai respons internasional, Italia, Spanyol, Prancis, Rumania, Kroasia, Makedonia Utara, Siprus, dan Ukraina segera mengirimkan total 18 pesawat pemadam dan pengebom air untuk membantu. Pengiriman ini merupakan respons tercepat terhadap permintaan Israel, yang menyebut insiden ini telah melampaui skala tragedi kebakaran Hutan Carmel tahun 2010.
Kereta Dihentikan, Hari Kemerdekaan Dibatalkan
Layanan kereta antara Ashdod dan Ashkelon dihentikan total. Menteri Transportasi Miri Regev memerintahkan kesiapan kereta diesel jika jaringan listrik nasional terganggu oleh kebakaran. Dalam langkah ekstrem lainnya, seluruh perayaan Hari Kemerdekaan Israel dibatalkan karena ancaman api yang belum terkendali.
Kebakaran di Hutan Eshtaol, yang terletak strategis antara dua kota besar, menjadi pusat perhatian dunia. Kondisi cuaca panas ekstrem dan kering disebut sebagai pemicu utama penyebaran api yang begitu cepat dan masif.
Tagar #PrayForJerusalem dan #IsraelOnFire menjadi tren global di media sosial, sementara dunia bersatu dalam upaya memadamkan salah satu kebakaran hutan terburuk dalam sejarah Israel.***
Kebakaran Hebat Landa Yerusalem, Israel Umumkan Darurat Nasional










