RADAR JAKARTA|Pakistan – Pakistan Siaga, Serangan Militer India Bisa Terjadi Segera
Pakistan mengungkapkan kekhawatirannya terhadap kemungkinan serangan militer India yang dapat terjadi dalam waktu dekat, pasca-insiden penembakan massal yang menewaskan 26 turis Hindu di Jammu dan Kashmir. Pernyataan ini disampaikan oleh Menteri Pertahanan Khawaja Asif pada Senin, 28 April 205, yang mengatakan militer Pakistan telah diperkuat untuk menghadapi ancaman yang semakin meningkat.
Kemarahan India Terhadap Pembantaian 26 Turis
Pembantaian terhadap 26 turis Hindu yang terjadi pada 22 April lalu di wilayah Jammu dan Kashmir yang dikelola India telah memicu ketegangan antara kedua negara bersenjata nuklir ini. Kelompok militan The Resistance Front (TRF) mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut, yang diduga memiliki kaitan dengan Lashkar-e-Taiba, kelompok militan yang berbasis di Pakistan. India menuduh Pakistan mendukung kelompok-kelompok militan yang beroperasi di wilayah sengketa tersebut.
Tegasnya India, Respons Militer Pakistan
Dalam komentarnya kepada Reuters, Khawaja Asif menegaskan bahwa Pakistan telah mempersiapkan pasukan mereka menghadapi situasi yang semakin genting. Meskipun tidak memberikan rincian lebih lanjut, Asif menyebut keputusan strategis telah diambil oleh militer untuk menghadapi kemungkinan serangan India.
Di sisi lain, Perdana Menteri India Narendra Modi berjanji akan memberikan respons tegas terhadap pembantaian tersebut. “Kami akan mengidentifikasi, melacak, dan menghukum setiap teroris dan pendukungnya,” ujar Modi dengan tegas. India sejauh ini hanya mengambil langkah diplomatik, termasuk pengusiran warga Pakistan dan penutupan perbatasan Wagah-Attari.
Garis Kontrol Menjadi Titik Ketegangan
Pasukan militer India dan Pakistan telah saling berbalas tembakan di Garis Kontrol (LOC) yang memisahkan kedua negara, tepat setelah serangan di wilayah Kashmir. Insiden tembakan terjadi pada Jumat, 25 April 2025, namun tidak ada korban sipil yang dilaporkan. Meski demikian, PBB mengimbau kedua negara untuk menahan diri dan berkomitmen untuk menyelesaikan masalah secara damai.
Kekhawatiran akan Perang Terbuka
Situasi di Kashmir tetap tegang, dan dengan keduanya sebagai negara bersenjata nuklir, ancaman terjadinya perang terbuka semakin nyata. Pemerintah Pakistan terus mendesak penyelidikan yang transparan dan menolak tuduhan keterlibatan dalam serangan tersebut. Sejarah panjang ketegangan ini semakin mempersulit upaya diplomasi yang dapat mencegah eskalasi lebih lanjut.
Sementara itu, di tengah ketegangan ini, dunia berharap agar India dan Pakistan dapat menemukan jalan damai untuk menyelesaikan masalah yang telah berlangsung lama di wilayah Kashmir.***










