RADAR JAKARTA | Jakarta – Polemik TEMPO dan kepala babi tak berkuping, masih menjadi perbincangan yang hangat, ada tudingan dari berbagai pihak bahwa pelaku pengiriman kepala babi ke kantor Tempo adalah bagian dari intimidasi kepada kebebasan Pers, ada juga yang menyampaikan bahwa pelaku pengiriman kepala babi tersebut dilakukan oleh pemerintah, tentu saja tudingan – tudingan tersebut sangat mudah di tepis karena sungguh tidak berdasar.
Dalam situasi ini, Tentunya semua pihak harus menanggapi dengan kepala dingin dan tidak membabi buta sehingga tidak menimbulkan polemik di tengah masyarakat.
Dalam perjalanan perpolitikan kita, hal seperti ini bukan baru ini saja terjadi, namun bisa kita pastikan bahwa otak dari Pelaku pengiriman kepala babi tersebut merupakan orang-orang picik dan bermental pengecut yang memiliki target tertentu.
Memang mau tidak mau, Pihak kepolisian harus dapat mengungkap kejadian ini, sehingga tindakan-tindakan seperti ini tidak terulang dan bisa merugikan orang lain atau pihak lain karena menimbulkan asumsi dan analisa masing-masing.
Bisa saja yg mengirimkan paket kepala babi tersebut adalah kelompok yang anti Jokowi, bisa saja yg kirim adalah kelompok loyalis Hasto Kristianto, bisa saja yang kirim adalah loyalisnya Tom Lembong, atau bisa saja Tempo nya sendiri yang mengirim ke kantornya sendiri, siapa yang tau?
Untuk itu Pihak kepolisian harus mengungkap siapa sebenarnya Pengirim Paket Kepala Babi tak berkuping tersebut.










