Radarjakarta.id|DEPOK- Dalam rangka menjaga kondusivitas Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2024, Dandim 0508/Depok Kolonel Inf. Iman Widiarto, S.T., M.M., memimpin apel gelar pasukan Bawah Kendali Operasi (BKO) Pengamanan Pilkada yang melibatkan 161 anggota TNI dari Batalyon Infanteri 201/Jaya Yudha. Apel berlangsung di Makodim 0508/Depok pada Selasa pagi (26/11/2024).
Dalam arahannya, Kolonel Iman menegaskan pentingnya sinergi antara TNI, Polri, dan elemen masyarakat dalam menciptakan stabilitas keamanan selama pesta demokrasi berlangsung. “Semua personel telah dibekali instruksi teknis dan strategi pengamanan, termasuk pendekatan persuasif kepada masyarakat untuk memastikan Pilkada berjalan lancar,” ujar Dandim.
Pasukan BKO dari Batalyon Infanteri 201/Jaya Yudha akan ditempatkan di tujuh sektor utama di Kota Depok, masing-masing berfokus pada pengamanan Tempat Pemungutan Suara (TPS). Berikut adalah pembagian penempatan personel:
- Sektor Pancoran Mas
- Jumlah personel: 25
- Dipimpin: Lettu Inf. Heru Persada Silalahi
- Sektor Beji
- Jumlah personel: 25
- Dipimpin: Sertu Jayanta Saragih
- Sektor Sukmajaya
- Jumlah personel: 25
- Dipimpin: Sertu Novan
- Sektor Bojonggede
- Jumlah personel: 15
- Dipimpin: Letda Inf. Mukhlas Nur Illha
- Sektor Sawangan
- Jumlah personel: 17
- Dipimpin: Letda Inf. Eko Murdiyanto
- Sektor Cimanggis
- Jumlah personel: 33
- Dipimpin: Lettu Inf. Haryo Hutomo W.
- Sektor Limo
- Jumlah personel: 25
- Dipimpin: Sertu Risky
Komitmen Pengamanan
Apel gelar pasukan ini juga menjadi momen pembagian wilayah tugas serta pemantapan koordinasi antar satuan. “Personel akan disebar ke seluruh sektor melalui koordinasi di tingkat Koramil, dengan fokus menjaga keamanan TPS,” tambah Kolonel Iman.
Dandim juga menegaskan bahwa pendekatan yang dilakukan tidak hanya melibatkan kekuatan fisik, tetapi juga komunikasi persuasif dengan masyarakat untuk menjaga ketenangan di lingkungan sekitar.
Dengan kesiapan penuh dari TNI, dukungan Polri, dan partisipasi masyarakat, diharapkan Pilkada Kota Depok dapat berlangsung aman, tertib, dan sukses. Sinergi menjadi kunci keberhasilan dalam mewujudkan demokrasi yang damai.











