Masya Allah! Gerhana Menghiasi di Penghujung Ramadan, Apakah Imam Mahdi Akan Datang…

banner 468x60

Radarjakarta.id | JAKARTA – Fenomena gerhana bulan dan matahari, akan menghiasi Ramadan 2024. Peneliti Pusat Riset Antariksa, Organisasi Riset Penerbangan dan Antariksa BRIN, Farahhati Mumtahana serta Asosiasi Astronomi Uni Emirat Arab (UAE), menyampaikan dua fenomena astronomi ini namun di tahun 2024 tidak melintas di wilayah Indonesia.

Gerhana Matahari Total dijadwalkan akan jatuh pada 8 April 2024 atau menjelang Idul fitri. Menurut UAE, peristiwa ini akan berpengaruh pada penampakan hilal awal Syawal di wilayahnya.

Ketua Asosiasi Astronomi UEA, Al Jarwan, mengatakan Gerhana Matahari Total akan menyulitkan untuk mengamati bulan sabit Syawal setelah matahari terbenam pada 8 April mendatang. Alhasil, bulan sabit Syawal baru akan tampak pada 9 April 2024.

NASA menyebut Gerhana Matahari Total yang berlangsung pada 8 April mendatang bisa diamati dari beberapa belahan Bumi. Fenomena tersebut akan melintasi Eropa, Asia Utara/Timur, Australia, Afrika, Amerika Utara, Amerika Selatan, Samudera Pasifik, dan Antartika.

Pakar Gerhana asal Prancis, Xavier Jubier, mengatakan jalur Gerhana Matahari Total akan membentang di Samudera Pasifik hingga Atlanti seluas 162-200 kilometer.

Titik totalitas terpanjang akan terjadi di Nazas, dekat area Durango, Meksiko. Saat bayangan Bulan membesar, masyarakat setempat bisa menyaksikan Gerhana Matahari total selama 4 menit 28 detik.

Dalam khazanah Islam, gerhana adalah fenomena alam yang menggambarkan keagungan ciptaan Allah SWT. Fenomena astronomi ini menjadi bukti bahwa kebesaran Allah SWT itu nyata. Rasulullah SAW bersabda:

“Sungguh, gerhana matahari dan bulan tidak terjadi sebab mati atau hidupnya seseorang, tetapi itu merupakan salah satu tanda kebesaran Allah Ta’ala. Karenanya, bila kalian melihat gerhana matahari dan gerhana bulan, bangkit dan shalatlah kalian.” (HR Bukhari-Muslim).

Peristiwa gerhana di bulan Ramadan kerap dikaitkan dengan datangnya Imam Mahdi sebagai salah satu tanda kiamat. Ulama kharismatik KH Yahya Zainul Ma’arif pernah ditanya soal ini oleh seorang jemaahnya.

Sebagaimana disebut dalam hadis, umat Islam dianjurkan untuk melaksanakan sholat ketika terjadi gerhana.

“Saya hamba Allah izin bertanya mengenai isu yang berkembang di tengah umat mengenai gerhana di bulan Ramadan yang dikaitkan dengan kemunculan Imam Mahdi (tanda kiamat),” kata seorang penanya mengawali pertanyaannya, dikutip dari tayangan YouTube Al Bahjah TV.

Imam Mahdi adalah sosok yang akan muncul di akhir zaman. Ia memiliki nama seperti Rasulullah SAW, yakni Muhammad bin Abdullah. Garis nasab Imam Mahdi bersambung hingga Nabi Muhammad SAW melalui Siti Fatimah Azzahra dari Sayyidina Hasan. | Faisal 6444*

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.