Radarjakarta.id | TAPUT – Keputusan Penggabungan Himpunan Mahasiswa Papua Tapanuli Utara (Himpatau) ke dalam Komunitas Papua Se Sumatera (KOMPASS) diumumkan pada Musyawarah Besar Komunitas Mahasiswa Papua Se-Sumatra, yang diselenggarakan di Gedung St. Katolik Air Molek, Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau, Sabtu (19/01/2024).
Acara tersebut dihadiri oleh seluruh PTN Se-Sumatera yang tergabung dalam KOMPASS, serta perwakilan dari PT. Freeport Indonesia sebagai pemateri dengan fokus pada Keterlibatan Mahasiswa Papua Se-Sumatera dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua Barat di berbagai sektor, termasuk Ekonomi dan Kesehatan.
Dalam Musyawarah Besar Komunitas Mahasiswa Papua Se-Sumatera yang berlangsung dari tangg 16 hingga 19 Januari 2024, Badan Pengurus Harian KOMPASS secara resmi menetapkan penggabungan Himpunan Mahasiswa Papua Tapanuli Utara ke dalam struktur organisasi KOMPASS.
Melkius Holago sebagai Ketua KOMPASS menyampaikan kegembiraan dan kebanggaannya atas penggabungan Himpatau ke dalam KOMPASS. Ia berharap bahwa kehadiran Himpunan Mahasiswa Papua Tapanuli Utara dapat menjadi kekuatan baru bagi KOMPASS di Pulau Sumatera.
Holago mengungkapkan harapannya agar Himpatau dapat menjadi wadah bagi pelatihan dan pendidikan bagi seluruh mahasiswa Papua di Tapanuli Utara, mempersiapkan mereka sebagai calon pemimpin masa depan bangsa dan negara.
Onesimus Suwala selaku Ketua Himpatau berharap adanya kolaborasi yang berkelanjutan antara Badan Pengurus Himpunan Mahasiswa Papua Tapanuli Utara dan Badan Pengurus Harian KOMPASS, serta dengan seluruh PTN Se-Sumatera.
Tujuannya adalah untuk meningkatkan kualitas sumber daya mahasiswa Papua agar dapat berkontribusi dalam memberikan kesejahteraan bagi masyarakat Papua pada umumnya, baik dari segi ekonomi, SDM, dan aspek lainnya.
Setelah rangkaian kegiatan Musyawarah Besar Komunitas Mahasiswa Papua Se-Sumatera, acara ditutup dengan Ibadah Natal Komunitas Mahasiswa Papua Se-Sumatera.
Pada kesempatan yang sama, perlu dicatat bahwa Himpunan Mahasiswa Papua Tapanuli Utara (HIMPATAU) ini dibentuk oleh mahasiswa Papua di Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Tarutung. Proses pembentukannya melibatkan beberapa individu, antara lain Onesimus Suwala, Amos Derebi, dan rekan-rekan lainnya dengan kerjasama yang erat berkontribusi pada pembentukan HIMPATAU.
Onesimus Suwala dan Amos Derebi selaku penggagas HIMPATAU menyampaikan rasa syukur dan harunya kepada Tuhan yang Maha Esa sebab atas kuasanya kita diberikan kesehatan dan waktu yang baik untuk melakukan segala hal baik ini.
Keberhasilan pembentukan HIMPATAU adalah hasil dari kolaborasi dan kerja keras mahasiswa Papua di IAKN Tarutung, terutama melalui kontribusi aktif Onesimus Suwala, Amos Derebi, dan semua rekan yang turut serta dalam proses ini. Dengan terbentuknya HIMPATAU, diharapkan dapat menjadi wadah yang positif untuk melatih dan mendidik segenap aktivitas mahasiswa Papua di Tapanuli Utara, persis seperti yang diharapkan oleh Melkius Holago, Ketua KOMPASS, untuk menciptakan calon-calon pemimpin masa depan yang berkompeten.|Wardana*











