Radarjakarta.id | Lubuk Pakam – Rencana studi tiru para kepala desa di Deliserdang ke Bali, menuai beragam komentar Dan Kritik Dari warga Deliserdang. Minggu (26/11/2023)
Apalagi biaya yang dikeluarkan mencapai Rp22 juta per kepala desa dan berasal dari Anggaran Dana Desa (ADD).
Informasi diperoleh menyebutkan, keberangkatan studi tiru tersebut tinggal menunggu persetujuan dari Kemendagri.
“Keberangkatannya tinggal menunggu izin Kemendagri. Masalah biayanya belum dapat diputuskan berapa nilai pastinya,” ujar sejumlah kepala desa kepada wartawan ditemui terpisah, Minggu (19/11/23).
Sementara warga menuturkan bahwa studi tiru tersebut lebih cocok disebut PLESIRAN memunculkan keprihatinan masyarakat.
“Masih banyak hal-hal penting masyarakat desa lain yang membutuhkan biaya ketimbang kegiatan pelesiran dengan kedok studi tiru ke Bali itu,”ujar Sisman warga Kecamatan Pagar Marbau.
Warga menyebut Tahun 2023 ini sudah beberapa kali para kepala desa maupun perangkat desa mengikuti kegiatan Bimtek (Bimbingan Teknis) yang dilaksanakan di luar Deliserdang.
“Namanya aja Bimtek tapi sekalian keluyuran juga. Apa itu masih belum cukup,” tambah Suyadi warga Kecamatan Beringin.
Berdasarkan data, Kabupaten Deliserdang terdiri dari 22 kecamatan, 14 kelurahan dan 380 desa.
Dikonfirmasi terkait hal ini, Kepala Bidang Bina Pemerintahan Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Deliserdang, Simson Tambunan tidak merespon.
Pesan singkat tidak dibalas dan telepon tidak diangkat. | Al Pane*