Galian PAM Jaya Bikin Jalan Peta Utara Kalideres Macet

banner 468x60

, Radarjakarta.id — Kemacetan parah terjadi di kawasan Jalan Peta Utara Kalideres, Jakarta Barat, pada Kamis malam (12/3) sekitar pukul 23.00 WIB. Antrean kendaraan dari 2 arah mengular hingga sekitar 500 meter dan nyaris tidak bergerak selama kurang lebih 40 menit.

Titik kemacetan paling parah terjadi di depan Hotel Sambina pertigaan Citra 2. Situasi semakin sulit karena gerbang kawasan Citra sudah ditutup sejak pukul 22.00 WIB sehingga arus kendaraan tidak dapat dialihkan untuk mengurai kepadatan.

Akibatnya, ratusan kendaraan mulai dari mobil pribadi, truk, hingga sepeda motor terjebak dalam kemacetan panjang di jalur tersebut.

Ironisnya, tidak terlihat petugas dari kepolisian, Dinas Perhubungan, maupun Satpol PP yang mengatur arus lalu lintas di lokasi saat kemacetan terjadi. Kondisi itu membuat warga sekitar akhirnya turun tangan membantu mengatur kendaraan secara manual.

Dengan bantuan warga yang memandu kendaraan secara perlahan, arus lalu lintas akhirnya bisaa ga, kembali bergerak dan kemacetan berangsur terurai.

Kemacetan ini diduga kuat berkaitan dengan proyek galian pipa air bersih milik PAM Jaya yang berada di Jalan sepanjang jalan peta utara, peta selatan Kalideres. Proyek yang dimulai sejak Desember 2025 itu hingga kini masih menyisakan sejumlah lubang galian yang memakan sebagian badan jalan.

Di sepanjang Jalan Peta utara arah Pegadungan, tercatat terdapat sedikitnya lima titik galian terbuka. Kondisi tersebut mempersempit jalur kendaraan dan menjadi salah satu pemicu kemacetan berkepanjangan di kawasan tersebut.

Sejumlah warga mengeluhkan proyek tersebut karena dinilai berjalan sangat lambat bahkan terlihat seperti terbengkalai. Mereka menyebut tidak ada aktivitas pekerja di lokasi selama hampir satu bulan terakhir.

Selain mempersempit jalan, galian juga menimbulkan genangan air dan lobang-lobang yang mengganggu kenyamanan warga sekitar.

“Sudah lama dibiarkan seperti ini. Jalan jadi sempit, macet setiap hari, dan berlubang,” ujar salah satu warga setempat.

Warga berharap pihak terkait segera menyelesaikan proyek tersebut sesuai jadwal yang direncanakan, yakni pada April 2026, agar tidak terus menimbulkan kemacetan dan gangguan bagi masyarakat.

Hingga kini masyarakat juga meminta pemerintah daerah, aparat kepolisian, serta instansi terkait untuk lebih aktif melakukan pengawasan sekaligus pengaturan lalu lintas di lokasi proyek demi mencegah kemacetan serupa terulang kembali.***

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.