JAKARATA, Radarjakarta.id – Di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) yang mengubah lanskap dunia kerja, Sampoerna University kembali menghadirkan TEDxSampoerna University 2026 dengan tema “AfterAll: What Remains Beneath”. Forum inspiratif ini digelar sebagai respons atas kecemasan generasi muda terhadap masa depan karier dan ketidakpastian hidup di era disrupsi teknologi.
Vice Rector of Student Success Sampoerna University, Erik Krauss, menegaskan bahwa TEDx bukan sekadar agenda tahunan, melainkan bagian dari komitmen kampus dalam membentuk mahasiswa yang tidak hanya siap kerja, tetapi juga tangguh secara personal dan sosial.
“Kami tidak hanya ingin menyiapkan mahasiswa agar siap kerja, tetapi juga menjadi individu yang berdaya dan berkontribusi di masyarakat. Prinsip TEDx adalah ideas worth spreading, dan kami bangga menyediakan platform bagi mahasiswa untuk menyampaikan gagasan bermakna,” ujar Erik dalam jumpa pers di Student Union Sampoerna University, L’Avenue Building, Jalan Raya Pasar Minggu Kav. 16-7, Pancoran, Jakarta Selatan, Kamis (26/2/2026).
Erik menjelaskan, penyelenggaraan TEDx di kampus tersebut dimulai pada 2021 di tengah pandemi Covid-19. Meski saat itu penuh keterbatasan, kegiatan tersebut berkembang menjadi tradisi intelektual yang konsisten digelar hingga kini.
Kegelisahan Gen Z terhadap masa depan memang bukan tanpa dasar. Data Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) 2025 mencatat 60,6 persen siswa mengaku khawatir belum siap menghadapi kehidupan setelah pendidikan formal. Selain itu, laporan Ipsos melalui Ipsos AI Monitor 2024 menunjukkan 44 persen responden di Indonesia percaya AI akan mengubah cara manusia bekerja dalam lima tahun ke depan.
Perubahan cepat akibat otomatisasi dan digitalisasi dinilai menciptakan kesenjangan antara kompetensi lulusan dan kebutuhan industri. Akibatnya, banyak anak muda tidak hanya mempertanyakan jalur karier, tetapi juga nilai diri serta arah hidup mereka.
Project Leader TEDxSampoerna University 2026, Nathanael Aaron, mengatakan tema AfterAll: What Remains Beneath lahir dari refleksi atas kondisi tersebut.
“Di tengah perubahan yang begitu cepat, penting bagi kita untuk berhenti sejenak dan bertanya apa fondasi yang benar-benar menopang hidup kita. Ketika tren dan pencapaian datang silih berganti, yang tersisa adalah diri kita sendiri,” kata Nathanael.
Sebagai bagian dari rangkaian acara, panitia juga menggelar workshop bertajuk “Unshakeable You: Redefining Your Value in an Uncertain World” yang menghadirkan konsultan karier Irvandias Sanjaya. Kegiatan ini dirancang untuk membantu mahasiswa mengeksplorasi kekuatan personal, memahami nilai diri, serta mengubah kecemasan masa depan menjadi strategi pengembangan diri yang konkret.
Selain Erik dan Nathanael, jumpa pers turut menghadirkan Co-Founder Bumiterra, Tara Susanto, yang menyoroti pentingnya resiliensi generasi muda dalam menghadapi tantangan global.
Adapun acara puncak TEDxSampoerna University 2026 akan digelar di Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki pada 7 Maret 2026 dengan menghadirkan delapan pembicara terkurasi. Melalui forum ini, Sampoerna University berharap generasi Z Indonesia dapat memperkuat mentalitas, nilai kemanusiaan, serta keberanian menyuarakan ide di tengah tekanan AI dan transformasi digital yang kian masif.










