
Memasuki tahun politik Mas Djoe berpesan agar saling menghormati hak asasi masing-masing personil terutama di Sabagiri dan umumnya para relawan.
“Pasti ada perbedaan pilihan, perbedaan harus kita hormati tidak boleh perbedaan ini menghadirkan bermusuhan makanya outbound ini kita harapkan merefresh, ayo bareng-bareng tidak usah memandang baju dan bendera semuanya adalah saudara,” terangnya.
Mas Djoe berharap semangat untuk terus memupuk persaudaraan melalui kegiatan-kegiatan pecinta alam dan kemanusiaan tidak boleh berhenti karena adanya dinamika organisasi.
“Di usia 36 tahun biasanya ada friksi-friksi, ada dinamika itu biasa dalam organisasi yang penting bendera tetap berdiri dan tetap eksis,” tegasnya.
Koordinator Basarnas Pos SAR Solo Arief Sugiyanto memaparkan kami dari Basarnas sangat mengapresiasi acara yang diinisiasi oleh Sabagiri ini, walaupun mungkin acara ini semi formal tapi efeknya luar biasa sekali untuk terjalinnya komunikasi secara individu yang nantinya akan berfungsi baik pada saat operasi SAR, karena operasi SAR butuh chemistry antara personal, kalau sudah seperti ini tentu kedepan akan
sangat efektif karena pasti sudah saling memahami,” bebernya.
Sementara Ketua Paguyuban Warga Ageng Kartasura (Pawartos) Ruthsahaya Sapujiati menilai 36 tahun usia Sabagiri merupakan kebersamaan yang luar biasa.
“Mampu merangkum kebersamaan tentu tidak mudah dan banyak tantangan, saya rasa patut kita | Eva*










