JAKARTA, Radarjakarta.id – Arus mudik Idul Fitri 1447 H/2026 menunjukkan lonjakan signifikan. Data dari PT Jasa Marga (Persero) Tbk mencatat sekitar 1,2 juta kendaraan telah meninggalkan wilayah Jabotabek dalam periode H-10 hingga H-4 Lebaran, atau setara 34 persen dari total proyeksi 3,5 juta kendaraan selama musim mudik tahun ini.
Direktur Utama Rivan A. Purwantono menyebut peningkatan volume lalu lintas terjadi secara bertahap dengan intensitas tinggi, bahkan mencapai sekitar 8.400 kendaraan per jam. Kondisi ini mencerminkan tingginya mobilitas masyarakat menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Distribusi arus kendaraan didominasi arah Timur menuju Trans Jawa dan Bandung dengan porsi lebih dari 50 persen. Sementara itu, sekitar 29 persen kendaraan menuju arah Barat (Merak) dan sisanya ke arah Selatan (Puncak), menjadikan jalur Trans Jawa sebagai titik terpadat.
Puncak arus mudik tercatat pada 18 Maret 2026 dengan total 270 ribu kendaraan keluar Jakarta dalam satu hari. Angka ini meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan lalu lintas normal dan melampaui puncak mudik tahun sebelumnya.
Untuk mengurai kepadatan, rekayasa lalu lintas seperti contraflow dan sistem satu arah (one way) diberlakukan di sejumlah ruas tol utama. Kebijakan ini diambil berdasarkan peningkatan volume kendaraan serta penurunan kecepatan rata-rata di lapangan.
Di sisi lain, Jasa Marga juga mengoperasikan puluhan rest area dan menyiapkan titik alternatif untuk mengantisipasi lonjakan pemudik. Pengguna jalan diimbau mengatur waktu istirahat agar tidak terjadi penumpukan di satu lokasi.
Pemerintah dan operator jalan tol menegaskan keselamatan tetap menjadi prioritas utama. Pemudik diminta memastikan kondisi fisik dan kendaraan dalam keadaan prima demi perjalanan yang aman dan lancar selama musim mudik Lebaran 2026.|Ucha*











